Website

Cara Membuat Landing Page yang Menghasilkan Prospek, Bukan Sekadar Bagus

Landing page yang baik punya satu tujuan dan satu ajakan. Panduan langkah demi langkah menyusun struktur, menulis isi, dan menghindari kesalahan umum.

R Tim Rajonet Diperbarui 3 November 2026 6 menit baca

Cara membuat landing page yang menghasilkan prospek dimulai dari satu tujuan yang jelas, misalnya pengunjung mengisi formulir atau menghubungi WhatsApp. Setelah itu, susun halaman dengan urutan: judul yang menjawab kebutuhan, manfaat utama, bukti, penawaran, lalu ajakan bertindak yang mudah ditemukan. Terakhir, pasang pengukuran agar Anda tahu berapa pengunjung yang benar-benar menjadi prospek.

Panduan ini membahas langkah pembuatan, struktur yang umum dipakai, kesalahan yang sering terjadi, dan kapan sebaiknya memakai jasa pembuatan.

Apa bedanya landing page dengan website biasa

Website company profile berisi banyak halaman dengan banyak tujuan: mengenalkan perusahaan, menjelaskan layanan, menampilkan portofolio, dan memuat berita. Landing page hanya punya satu tujuan dan biasanya hanya satu halaman.

Landing page cocok untuk kampanye iklan, peluncuran produk, pendaftaran acara atau webinar, promosi layanan tertentu, dan pengumpulan data calon pelanggan. Karena fokusnya sempit, landing page umumnya lebih efektif mengubah pengunjung iklan menjadi prospek dibanding mengarahkan iklan ke beranda website.

Langkah membuat landing page

1. Tentukan satu tujuan dan satu target

Tulis dalam satu kalimat: siapa yang dituju dan tindakan apa yang diharapkan. Contoh: "Manajer HR perusahaan menengah mengisi formulir untuk demo aplikasi absensi." Semua isi halaman harus mendukung kalimat ini.

2. Kenali pertanyaan dan keberatan calon pelanggan

Kumpulkan pertanyaan yang paling sering diajukan tim penjualan: berapa biayanya, berapa lama, apa bedanya dengan pesaing, apakah aman. Pertanyaan ini menjadi bahan isi halaman dan bagian FAQ.

3. Tulis isi sebelum mendesain

Banyak landing page dibuat dengan desain dulu, lalu teksnya diisi seadanya. Urutannya sebaiknya dibalik. Tulis judul, manfaat, bukti, dan ajakan lebih dulu, lalu desain mengikuti alur isi.

4. Siapkan formulir yang singkat

Minta data seperlunya: nama, nomor WhatsApp atau email, dan satu pertanyaan kualifikasi bila perlu. Setiap kolom tambahan menambah alasan pengunjung untuk berhenti mengisi.

5. Bangun, uji, dan pasang pengukuran

Pastikan halaman cepat dibuka di ponsel, formulir benar-benar terkirim, dan notifikasi masuk ke tim yang tepat. Pasang alat analitik dan pelacakan konversi agar setiap formulir atau klik WhatsApp tercatat.

6. Luncurkan dan perbaiki berdasarkan data

Jangan menilai hasil terlalu cepat dari segelintir pengunjung. Tunggu sampai datanya cukup sebelum mengambil kesimpulan.

Setelah ada cukup pengunjung, lihat bagian mana yang membuat orang berhenti. Uji satu perubahan setiap kali, misalnya judul atau tombol, agar Anda tahu perubahan mana yang berpengaruh.

Struktur landing page yang menghasilkan prospek

Tidak ada satu struktur yang cocok untuk semua, tetapi urutan berikut umum dipakai dan mudah disesuaikan.

BagianIsiTujuan
Bagian atas (hero)Judul yang menyebut hasil bagi pengunjung, subjudul singkat, tombol ajakanPengunjung langsung paham halaman ini untuk siapa
MasalahSituasi yang dialami calon pelangganMembuat pengunjung merasa dipahami
Solusi dan manfaatTiga sampai lima manfaat utama, bukan daftar fitur teknisMenjelaskan apa yang didapat
BuktiLogo klien, ulasan asli, studi kasus, atau sertifikat yang sahMembangun kepercayaan
Cara kerjaTiga sampai empat langkah dari menghubungi sampai selesaiMengurangi rasa ragu
PenawaranHarga, paket, atau bonus, dengan syarat yang jelasMemberi alasan bertindak sekarang
FAQJawaban atas keberatan yang paling sering munculMenjawab pertanyaan tanpa harus menelepon
Ajakan penutupFormulir atau tombol WhatsAppMenutup halaman dengan satu tindakan jelas

Contoh menulis judul dan tombol

Judul adalah bagian yang paling menentukan apakah pengunjung lanjut membaca. Bandingkan dua versi berikut untuk layanan aplikasi absensi.

  • Lemah: "PT Contoh Solusi, Penyedia Aplikasi Terbaik." Judul ini berbicara tentang perusahaan, bukan tentang pengunjung.
  • Lebih kuat: "Rekap absensi karyawan otomatis, tanpa input ulang ke Excel setiap akhir bulan." Judul ini menyebut masalah dan hasil yang diharapkan.

Hal yang sama berlaku untuk tombol. Teks "Kirim" atau "Submit" kurang jelas dibanding "Jadwalkan demo gratis" atau "Tanya harga lewat WhatsApp". Teks tombol yang spesifik membuat pengunjung tahu persis apa yang terjadi setelah mengklik.

Tombol ajakan boleh muncul beberapa kali di sepanjang halaman, asalkan semuanya mengarah ke tindakan yang sama. Pada tampilan ponsel, tombol WhatsApp yang selalu terlihat di bawah layar sering membantu.

Kesalahan umum saat membuat landing page

  • Terlalu banyak tujuan. Tombol "hubungi kami", "unduh brosur", "ikuti Instagram", dan "lihat produk lain" dalam satu halaman membuat pengunjung bingung memilih.
  • Menu navigasi lengkap. Menu ke halaman lain membuka jalan keluar. Pada landing page, menu sebaiknya dihilangkan atau dibuat sangat sederhana.
  • Judul berisi nama perusahaan, bukan manfaat. Pengunjung lebih peduli pada hasil yang mereka dapat.
  • Isi iklan dan halaman tidak nyambung. Bila iklan menjanjikan promo tertentu, promo itu harus langsung terlihat di bagian atas halaman.
  • Lambat di ponsel. Gambar besar yang tidak dikompres dan skrip berlebihan membuat pengunjung pergi sebelum halaman tampil. Lihat juga tips cara mempercepat website.
  • Bukti palsu atau berlebihan. Testimoni karangan dan angka yang tidak bisa dibuktikan merusak kepercayaan bila ketahuan.
  • Tidak ada pengukuran. Tanpa data konversi, Anda tidak tahu apakah biaya iklan menghasilkan prospek atau terbuang.
  • Prospek tidak segera ditindaklanjuti. Formulir yang masuk tetapi baru dibalas beberapa hari kemudian membuat prospek mendingin.

Daftar periksa sebelum landing page diluncurkan

  • Judul menjawab "apa yang saya dapat" dalam satu kalimat.
  • Tombol ajakan terlihat tanpa menggulir di layar ponsel.
  • Formulir diuji dan notifikasinya masuk ke orang yang tepat.
  • Tombol WhatsApp membuka percakapan dengan pesan pembuka yang sudah terisi.
  • Halaman memakai HTTPS dan domain yang mudah dikenali.
  • Analitik dan pelacakan konversi sudah aktif.
  • Kebijakan privasi tersedia bila Anda mengumpulkan data pribadi.
  • Judul halaman dan deskripsi meta sudah diisi untuk SEO dasar.

Membuat sendiri atau memakai jasa

Ada dua pilihan utama: membuat sendiri dengan pembuat halaman berbasis templat, atau memakai jasa pembuatan. Pilihan yang tepat bergantung pada anggaran, waktu tim, dan seberapa penting kampanye tersebut bagi bisnis Anda.

Pembuat halaman berbasis templat cocok untuk uji coba cepat dengan anggaran sangat terbatas. Kekurangannya, tampilan sering mirip halaman lain, kecepatan kurang optimal, dan Anda perlu waktu untuk menulis isi serta mengatur pelacakan sendiri.

Jasa pembuatan masuk akal bila landing page dipakai untuk kampanye berbayar yang serius, perlu desain sesuai identitas merek, atau perlu terhubung dengan sistem lain seperti WhatsApp API. Di Rajonet, landing page mulai Rp3,5 juta dengan kisaran Rp3,5 juta sampai Rp6 juta dan waktu pengerjaan sekitar 1 sampai 2 minggu, belum termasuk PPN 11%. Paketnya sudah mencakup desain responsif, formulir atau WhatsApp, SEO dasar, serta domain dan SSL siap pakai.

Bila kebutuhan Anda ternyata lebih dari satu halaman, misalnya profil perusahaan lengkap dengan beberapa layanan, pertimbangkan website company profile. Panduan isinya ada di artikel struktur website company profile.

Langkah berikutnya

Tulis satu kalimat tujuan landing page Anda, kumpulkan pertanyaan calon pelanggan, lalu susun isinya mengikuti struktur di atas. Bila ingin dibantu, lihat rincian jasa pembuatan website dan hitung estimasi di kalkulator harga, atau ajukan konsultasi gratis bersama tim Rajonet.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa biaya membuat landing page?

Di Rajonet landing page mulai Rp3,5 juta, dengan kisaran Rp3,5 juta sampai Rp6 juta, belum termasuk PPN 11%. Sudah termasuk desain responsif, formulir atau WhatsApp, SEO dasar, serta domain dan SSL.

Berapa lama waktu pembuatan landing page?

Umumnya 1 sampai 2 minggu, asalkan materi seperti teks, logo, dan foto produk sudah siap.

Apakah landing page perlu menu navigasi?

Sebaiknya tidak, atau dibuat sangat sederhana. Menu ke halaman lain memberi jalan keluar dan mengalihkan pengunjung dari tujuan utama.

Apakah landing page bisa muncul di Google?

Bisa, bila judul, deskripsi meta, dan isinya relevan dengan kata kunci yang dicari. Namun landing page kampanye biasanya mendapat pengunjung terutama dari iklan dan media sosial.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan yang membutuhkan